Pembunuhan Anak Sendiri

  • Definisi: pembunuhan yang dilakukan ibu pada anaknya saat dilahirkan atau tak berapa lama setelah dilahirkan, karena takut ketahuan bahwa ia melahirkan anak.
  • Kriteria: anak kandung dan lahir hidup. Bila bayi lahir mati kemudian dilakukan tindakan membunuh maka bukan tergolong PAS. Empat pertanyaan yang mesti dijawab dalam pemeriksaan forensik: (1) bayi lahir hidup atau mati, (2) umur bayi, (3) tanda-tanda perawatan dan (4) sebab kematian. Kunci pemeriksaan: no touch technique.
  • Dasar Hukum: KUHP
    • Pasal 341, 342, 343: jadi menurut ini harus ada 3 faktor yang terpenuhi, yaitu (1) ibu kandung adalah pelakunya. Kalau orang lain yang membunuh, pasalnya beda dan sanksi lebih berat (338 tanpa rencana; 339-340 dengan rencana); (2) Waktu tidak ada batasannya; (3) Psikis, jadi alasan ibu membunuh adalah takut ketahuan punya anak.
    • Pasal 305, 306, 308: bayi lahir hidup ditelantarkan sampai mati.
    • Pasal 181: bayi lahir mati kemudian dibuang (menyembunyikan kelahiran/kematiannya).
  • Apakah bayi lahir hidup atau mati?
    • Bila lahir hidup, ibu dikenai pasal pembunuhan anak. Bila lahir mati, ibu akan dikenai pasal menyembunyikan kelahiran/kematian orang.
    • Lahir mati (still birth) adalah kematian hasil konsepsi sebelum keluar dari tubuh ibunya, tanpa peduli usia janin. Sekitar 8-10 hari kematian bayi intrauterin, akan terjadi proses maserasi (aseptic decomposition) yang berlangsung dari luar ke dalam. Cirinya epidermis berwarna putih dan keriput, berbau tengik, tubuh melunak hingga dada terlihat datar, sendi dan lengan melunak hingga bisa di-hiperekstensikan, otot dan tendon bisa lepas, organ-organ dalam basah tapi tidak berbau busuk. Bila bayi baru mati 3-4 hari, cuma keliatan perubahan kulit aja berupa vesikel/bula isi cairan kemerahan. Bila bayi sudah lama mati bisa berbentuk litopedion. Lahir mati juga ditandai dari ada tanda trauma persalinan hebat, pneumonia intrauterin, dan kelainan kongenital fatal.
    • Pemeriksaan makroskopik paru bayi lahir mati:
      • Ada tanda maserasi tadi
      • Dada belum mengembang, dari iga yang datar dan diafragma masih se-iga 3-4
      • Warna kelabu ungu merata, konsistensi padat – kayak hati
      • Pleura longgar
      • Derik udara negatif
      • Berat paru 1/70 kali BB
      • Uji apung paru negatif (tenggelam) – tapi ini belum pasti yak, bisa jadi lahir hidup tapi kemudian berhenti bernapas sementara jantungnya masih berdenyut, jadi udara dalam alveoli ter-reabsorpsi, menghasilkan suatu false negative.
    • Pemeriksaan mikroskopik bayi lahir mati:
      • Serabut retikulin berkelok-kelok (ciri lainnya: baca buku, susah dibayangkan)
      • Inhalasi amnion karena asfiksia interauterin yang menyebabkan pernapasan janin prematur (intrauterine submersion), misalnya tali pusat kejepit atau solusio placentae.
      • Mekoneum di bronkioli atau alveoli
      • Kolon gembung isi mekoneum, menunjukkan ada usaha napas
    • Pemeriksaan makroskopik paru bayi lahir hidup:
      • Paru sudah menutupi sebagian mediastinum
      • Dada mengembang, dari diafragma sudah se-iga 4-5
      • Warna pink, konsistensi kayak spons
      • Pleura tegang dan ada gambaran mozaik karena terisi udara
      • Derik udara positif
      • Berat paru 1/35 kali BB
      • Uji apung paru positif (terapung) – ini belum pasti juga, bisa jadi lahir mati tapi kemudian membusuk which is menghasilkan gas. Jadi kalau jasad sudah membusuk, gajelas terapung dan tenggelamnya, andalannya adalah PA.
    • Pemeriksaan mikroskopik bayi lahir hidup:
      • Alveoli mengembang sempurna
      • Retikulin tegang
      • Sistem pencernaan: ada udara di saluran cerna. Udara di duodeum ke distal berarti telah hidup 6-12 jam. Udara di usus besar berarti telah hidup 12-24 jam. Tapi ingat, ini bisa nyaru sama tanda pembusukan.
    • Berapakah umur bayi intrauterin atau ekstrauterin? Untuk apa? Untuk membuktikan apakah bayi cukup bulan atau kurang bulan, jadi melihat kemungkinan sebab matinya adalah alami karena bayinya yang non-viabel. Usia intrauterin: Rumus De Haas (dari PB bayi) dan pusat penulangan. Jadi di Rumus De Haas ini, untuk bayi dalam umur 5 bulan pertama maka PB = kuadrat umur kehamilan (bulan). Untuk umur kehamilan selanjutnya, maka PB = umur kehamilan (bulan) x 5. Pusat penulangan di klavikula = 1,5 bulan. Pusat penulangan di distal femur, proksimal tibia, kuboid = 9 bulan. Usia ekstrauterin: udara usus, mekonium, eritrosit, tali pusat, foramen ovale, dan asam urat di ginjal. Udara di lambung dan duodeum = hidup sebentar. Udara di usus halus artinya = hidup 1-2 jam. Udara di kolon = hidup 5-6 jam. Udara di rektum = hidup 12 jam. Mekonium keluar semua dalam 24 jam postpartum. Eritrosit berinti hilang dalam 24 jam postpartum (bisa masih ketemu di sinusoid hati). Tali pusat mengering seperti benang dalam 6-8 hari, kering sempurna dalam 15 hari. Foramen ovale menutup 3 minggu-1 bulan postpartum. Ada deposit asam urat di ginjal hari 2-4 postpartum.
      • Viabel: >28 minggu, PB >35 cm, BB >1000 gram, LK >32 cm, no cacat bawaan fatal.
      • NCB (matur): >36 minggu, PB >48 cm, BB 2500-3000 gram, LK >33 cm. Inget Ballard score: lanugo sedikit, tulang rawan telinga cepat membalik, diameter areola >7 mm, kuku melewati ujung jari, garis telapak kaki >2/3, testis sudah turun atau labia mayora sudah menutupi minora, lemak bawah kulit merata jadi tidak ada yang keriput kayak prematur.
    • Apakah sudah dirawat?
      • Tali pusat sudah diikat tali. Jangan percaya saat ibu bilang partus presipitatus bila ibu primipara, tali pusatnya ga putus di pertempelan dengan perut, dan ujungnya rapih (celupin air buat ngeliat).
      • Verniks kaseosa di kulit, ketiak, belakang telinga, lipat paha dan lipat leher udah hilang.
      • Pakaian atau penutup tubuh, sudah jelas.
    • Apakah sebab kematiannya? Mekanisme kematiannya bisa pembunuhan atau kecelakaan.
      • Asfiksia (mostly) akibat dibekap, cekik, dimasukin koper, ditenggelamkan dll.
      • Perdarahan intrakranial akibat trauma lahir (bukan salah ibu) atau kekerasan tumpul. Lihat tanda-tanda trauma lahir lainnya seperti kaput suksedaneum, sefal hematom, molase, robekan falks serebri.
      • Sakit sesuatu (alamiah).
    • Pemeriksaan khusus:
      • Uji apung lambung-paru (Uji Breslau): inget no touch technique, pake pinset pas ngelepas-lepasin organ untuk meminimalisasi manipulasi berlebihan dan bikin artefak palsu. Organ leher dan dada dimasukinlah ke air. Abis itu paru kiri dan kanan dilepas, masukin air. Abis itu tiap lobus dilepas, masukin air. Dari tiap lobus diambil irisan kecilnya 5 mm x 5 mm, masukin air. Teorinya diambil 5 irisan 5 mm x 5 mm per lobus di lokasi berbeda, tapi entar abis sediannya (perhatikan sikon). Bila mengapung, cek apakah itu karena gas pembusukan, jadi sayatan kecil yang berhasil mengapung ditaruh di antara 2 karton dan di-pres tegak lurus dengan berat badan (baca: injek) lalu masukin air; bila masih mengapung katanya berarti paru berisi udara residu yang tidak akan keluar. Kadang karena beban nginjeknya keberatan, alveoli bisa kolaps juga dan akhirnya tenggelem deh.. Bila dalam percobaan ini ada yang sebagian tenggelem sebagian terapung, mungkin itu akibat pernapasan sebagian/parsial yang bisa dari pernapasan buatan atau pernapasan alamiah (vagitus uterinus atau vagitus vaginalis), atau bisa juga karena pembusukan semata (liat sikon). Hasil negatif harus dilanjut pemeriksaan PA.
      • Uji mikroskopik paru: paru bebas sentuhan tadi difiksasi dalam formalin 10%, 12 jam kemudian disayat-sayat supaya formalin meresap lalu diamkan 48 jam, baru dibuat sediaan histo PA dengan HE. Pakai Gomori atau Ladewig untuk yang sudah membusuk.

Sumber:

  • Buku Ilmu Kedokteran Forensik FKUI
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: