Kekerasan Dalam Rumah Tangga

  • Dasar hukum: UU No. 23 tahun 2004
    • Pasal 1: tiap perbuatan biasanya terhadap wanita yang menyebabkan penderitaan fisik, psikis, seksual, penelantaran, termasuk perampasan kemerdekaan secara melawan hukum.
    • Pasal 2: lingkup rumah tangga: suami, istri, anak, pembantu yang menetap, orang yang punya hubungan darah, perkawinan, persusuan, atau perwalian di rumah itu.
    • Pasal 44: sanksi.
    • Pasal 51: KDRT merupakan delik aduan.
  • Dapat berupa kekerasan fisik, emosional, seksual atau penelantaran rumah tangga.
  • Siklus kekerasan: tension building, explosion, honeymoon.
  • Pemeriksaan?
    • Anamnesis: karakteristik korban biasanya cenderung tertutup, sering pergi dari rumah, tidak bisa mempuat keputusan atas diri sendiri, mengunjungi psikiater atau psikolog atas gangguan psikis yang tidak jelas sebabnya, menolak suami diikutkan dalam konseling, merasa bersalah atau bertanggung jawab atas perbuatan suaminya.
    • PF (umum, lokalis): tanda luka berulang, keguguran, fraktur, gigi patah, luka cekikan di leher, gegar otak, keluhan psikosomatis.

Sumber:

  • Buku Ilmu Kedokteran Forensik FKUI
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: