Hernia Abdominalis

  • Hernia artinya protrusi organ melalui suatu lubang. Organ yang protrusi biasanya usus. Kenapa bisa protrusi? Tergantung, bisa karena ada locus minores retensiae atau defek penutupan struktur, bisa terjadinya di diafragma (hernia Morgagni/depan atau Bochdalek/belakang), dinding perut (hernia ventral, hernia umbilikalis), atau prosesus vaginalis (hernia inguinalis, hernia skrotalis jika organ turun sampai mentok skrotum). Ingat, locus minores retensiae biasanya pada dewasa, defek penutupan struktur biasanya pada bayi/anak terutama yang prematur.
  • Pada anak, salah satu yang suka terjadi adalah hernia inguinalis/skrotalis (LK) atau labialis (PR) dimana organ abdomen turun melalui prosesus vaginalis yang gagal menutup. Prosesus vaginalis normalnya ada untuk jalur testis turun ke skrotum (pada anak cowok; mulai bulan 7 gestasi). Setelah testis turun dengan selamat, prosesus vaginalis sih mestinya juga tutup usia, normalnya menjelang kelahiran. Prosesus vaginalis paten belum tentu bakal hernia. Ada juga dewasa tanpa hernia yang ternyata prosesus vaginalisnya masih membuka.
  • Kebanyakan hernia inguinalis/skrotalis terjadi di kanan. Kok bisa? Kata epidemiologinya Rowe et al (1969) saya juga ga kenal. Jika organ abdomen hanya masuk melalui annulus internus dan berhenti di dalam kanalis inguinalis, jadilah hernia inguinalis. Tapi jika organ abdomen sudah melalui kanalis inguinalis, keluar lewat annulus externus, dan seenaknya ngeloyor ke rongga skrotum, jadilah hernia skrotalis.
  • Hernia inguinalis/skrotalis adalah diagnosis klinis. Biasanya yang lebih sering kena kan bayi/anak. Jadi apa yang mau ditanya ke orangtua (atau anaknya kalau udah gedean)? Ya bayangin aja kalau organ abdomenmu keluar dari kandangnya di regio inguinal. Tentu tampak benjolan di lipat paha. Apa yang mau diperiksa kalau ngeliat benjolan? Ya lokasi, ukuran, batas, konsistensi, permukaan, mobilitas dan nyeri atau nggak toh. Untuk hernia, poin pentingnya adalah berlokasi di sepertiga medial ligamentum inguinalis hingga skrotum, batas atas tidak tegas dan konsistensi kenyal karena isi usus. Apapun yang meningkatkan tekanan intraabdomen tentu bikin benjolan ini makin mbenjol, contohnya nangis, ngeden atau lari-lari. Sementara itu pas istirahat atau tidur malem, paginya benjolan bisa hilang. Jadi benjolan hernia itu datang dan pergi ya – bahkan bisa dimasukin lagi ke atas/reponibilis/reducible. Kalau ada hernia yang gabisa dinaikin lagi artinya sudah terjadi gangguan vaskularisasi (gawat darurat). Perlu diperhatikan bahwa pemeriksaan anulus yang masukin kelingking melalui annulus esternus tidak dikerjakan ya di bayi/anak karena ukuran punya mereka cuma beberapa milimeter. Do no harm. Jadi simpel aja: cek benjolan dan skrotumnya. Kalau benjolannya di skrotum otomatis inguinalnya juga benjol (benjolan sepanjang jalan), terus pada pemeriksaan skrotum teraba testis ukuran normal dan transiluminasi negatif.
  • Tatalaksananya? Bedah, terbuka atau laparoskopi. Tidak lain dan tidak bukan. Prinsipnya adalah menutup lubang supaya organ ga lagi keluar melaluinya. Terutama hernia irreponibilis/unreducible, harus secepatnya karena rentan strangulasi and then iskemi.
  • Diagnosis banding:
    • Hernia inguinalis/skrotalis: benjol isi organ abdomen di sepanjang jalan inguinal-skrotum, batas atas tidak tegas, konsistensi kenyal, benjolan hilang dengan istirahat & timbul dengan peningkatan tekanan intraabdomen, testis normal, trasiluminasi (-). Terapinya bedah terbuka atau laparotomi untuk menutup prosesus vaginalis (rujuk).
    • Hidrokel testis: benjol isi cairan jernih di skrotum aja (kongenital: patofisiologi sama dengan hernia inguinalis/skrotalis namun karena defek lebih kecil, jadi yang bisa lewat cuma cairan begitu; didapat: riwayat infeksi kaki gajah, operasi), batas atas tegas, konsistensi kistik, pada hidrokel tipe komunikans (saluran penghubung intraabdomen dan intraskrotum paten) ada karakteristik benjolan hilang dengan istirahat & timbul dengan aktivitas. Testis normal, transiluminasi (+) without internal shadow. Terapinya adalah menunggu dahulu… Sampai usia 6 bulan-1 tahun. Cairan banyak risiko suhu meningkat, sementara produksi sperma dipengaruhi oleh suhu jadi prinsipnya terapi sebelum testis mulai berproduksi (rujuk).
    • Torsio testis: benjol mendadak di skrotum karena funikulus spermatikus kepuntir akibat jaringan ikat yang lemah, jadi pasti nyeri mendadak, mual muntah (+/-), perubahan aksis testis (+/-), refleks kremater (-), refleks phren (-), transiluminasi (-). Acute scrotal swelling pada anak harus dicurigai torsio testis sampai terbukti bukan. Tergolong kegawatdaruratan bedah karena batas iskemi maksimal adalah 6 jam. Manual detorsi gausah – nanti sesaat sebelum prabedah bisa lakukan gerakan open-book ini untuk menjaga sirkulasi sementara. Terapinya bedah (rujuk).
    • Orchitis: benjol di skrotum, nyeri, sering riwayat infeksi virus mumps/gondongan (+), lebih sering pada pasien dewasa sih, refleks phren (+). Terapinya testicular support aja untuk kenyamanan.
    • Tumor testis: benjolan di skrotum makin lama makin buesar, pas dipalpasi testis juga teraba membesar, awalnya tidak nyeri. Terapinya bedah (rujuk).
    • Kriptorkismus: jadi kalau nemu testis ga teraba, pikirkan ada testis ga turun tapi masih di jalur normal (UDT)/testis ga turun dan emang ga di jalur normal (testis ektopik)/testis mencelat ketika dipalpasi (testis retraktil). Untuk UDT, telusuri area preskrotal, inguinal hingga abdominalnya. Testis harus turun ke skrotum sebelum usia 1 tahun. Jika setelah ditunggu sampai deket usia setahun masih belum sampai skrotum, segera rujuk spesialis untuk orkidopeksi. Yang dikhawatirkan jika telat adalah fungsi reproduksi anak akan tamat, dan lagi testis yang tidak turun bisa berkembang jadi keganasan. Untuk testis ektopik juga rujuk untuk orchidektomi. Untuk testis retrakti bisa tunggu sampai usia remaja, hormon akan membantu testis jadi lebih anteng dengan sendirinya.
  • Karena telanjur ngomongi pasien anak – huft – idealnya jadilah lebih cerewet dari biasanya. Tanya juga ya doi punya riwayat hamil-lahir, penyakit keturunan bila perlu, nutrisi, imuninasi, tumbuh-kembang, dan plot status nutrisinya. Pemeriksaan fisik juga yang sabar-sabar. Karena kalau anak sakit yang rewel dua: ya anaknya, ya emak-bapaknya. Sekian.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: